dan salah satu yang
menyebabkan itu misterius
adalah betapa besarnya alam
semesta. Kita bahkan tak bisa
membayangkan betapa besarnya. Itulah mengapa para
ilmuwan percaya akan adanya
kehidupan yang mungkin ada di
luar sana.
Untuk mengukur betapa luasnya
alam semesta, para ilmuwan dan
astronom menggunakan satuan
jarak 'tahun cahaya.' Apakah itu? Meski sedikit kontras dengan
namanya, 'tahun cahaya' tak ada
hubungannya dengan satuan
waktu. Tahun cahaya hanya
mengukur jarak. Satuan ini
diperoleh dengan mengukur berapa jarak dari cahaya yang
bergerak selama satu tahun.
Secara spesifik, International
Astronomical Union
mendeskripsikan tahun cahaya
adalah jarak yang bisa ditempuh cahaya dalam 365.25 hari. Hal ini tak jauh berbeda dengan
kita yang seringkali berkata pada
rekan kita dengan merujuk
satuan waktu untuk jarak yang
akan kita tempuh. Seperti "aku
10 menit lagi sampai kok!" Tahun cahaya juga demikian.
Satuan jarak ini diciptakan
karena ekuivalensi waktu
terhadap jarak itu cukup besar.
Selain itu, jarak yang ditempuh
di luar angkasa sana juga terlalu jauh untuk satuan meter, atau
kilometer. Sebagai contoh, bintang paling
dekat dengan Bumi jaraknya 4.3
tahun cahaya. Cahaya bergerak
dengan jarak hampir 300
kilometer per detik. Hal ini
berarti jarak bintang tersebut 40.7 bilyun kilometer. Tentu
terlalu banyak digit jika jarak
tersebut dibentangkan. Satuan ini tak selalu
menggunakan satuan tahun
cahaya. Bisa juga menggunakan
hari cahaya, jam cahaya, menit
cahaya atau bahkan detik
cahaya. Seperti matahari, jaraknya hanya 8 menit cahaya
dari Bumi. Hal ini berarti cahaya
matahari bisa mencapai bumi
hanya dalam waktu 8 menit. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar