apa saja sih bahaya terlalu sering makan mie instan


yuk kita simak apa aja bahaya dari mie
, semua orang tentu
sudah tahu bahaya apa yang
dikandung di dalamnya. Terlalu
banyak makan mie instan
kerap
menimbulkan penyakit
kronis, di antaranya
kanker
obesitas

menyebabkan keguguran pada
ibu hamil,
dan lain sebagainya.
Lantas, bagaimanakah mie instan
mampu menyebabkan beberapa
penyakit mengerikan itu?
gambaran tentang apa yang
terjadi pada tubuh kita setelah
makan mie instan.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh
Dr. Braden
Kuo dari Massachusetts General
Hospital, Amerika Serikat,
mie
instan ternyata sangat aktif
dalam mengganggu pencernaan
manusia, seperti yang dikutip dari WCVB (7/8).
Hal ini diketahui dari hasil
rekaman di dalam perut
menggunakan kamera pintar
berbentuk pil yang di masukkan
ke dalam tubuh. Di rekaman tersebut terlihat tubuh
kesusahan untuk menghancurkan
mie instan.
Peneliti mencoba menggunakan
mie olahan sendiri sebagai
perbandingan. Namun dalam kurun waktu 2 jam saja, mie
olahan sendiri sudah hancur dan
berhasil dicerna. Sementara mie
instan belum juga hancur. Inilah
penyebab mengapa mie instan
dapat mengganggu kinerja sistem pencernaan tubuh.
Apabila dikonsumsi terus
menerus dan dalam jangka
waktu yang panjang, maka mie
instant dapat mengacaukan
metabolisme tubuh. Akumulasi zat kimia berbahaya seperti
pengawet dan pewarna akan
menjadi racun di dalam tubuh.
Akibatnya, masalah pertama
yang muncul adalah rasa begah,
susah buang air besar dan ketidaknyamanan. Belum lagi
mie instant juga kaya akan
kandungan sodium yang dapat
menyebabkan darah tinggi,
penyakit jantung, stroke dan
kerusakan pada ginjal. Mie instan hanya sedikit kandungan
nutrisinya, dan justru lebih
banyak mengandung zat adiktif,
bahkan senyawa beracun lainnya
seperti Tersier Butil Hidroksi
Quinolin (TBHQ) yang terserap oleh tubuh.
"Dari percobaan itu, terbukti
bahwa mie instan sangat susah
dicerna oleh tubuh. Artinya
membutuhkan waktu yang
sangat lama untuk menghancurkannya," ujar Kuo.
Akan tetapi, dari hasil ini
pihaknya masih belum bisa
mengambil kesimpulan karena
dianggap terlalu dini. Kuo
mengungkapkan bahwa timnya kini akan berusaha kembali
melakukan penelitian lebih lanjut
terkait hal ini.,
hati lah makan mie dengan terus menerus

Tidak ada komentar: